Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp17.900

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp17.900

Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 22 September 2026. Pergerakan mata uang Garuda mendekati level Rp17.900 per dolar AS ketika pelaku pasar menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI). Mengacu pada data Bloomberg, rupiah sempat bergerak di sekitar Rp17.868 hingga Rp17.899 per dolar AS pada sesi pagi. Sementara itu, Bank Indonesia mencatat JISDOR pada Senin, 21 September 2026, sebesar Rp17.813 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan tekanan yang cukup besar terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir.

Pasar Menanti Keputusan BI Rate

Perhatian investor kini tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 22-23 September 2026. Pelaku pasar menunggu arah kebijakan moneter BI setelah bank sentral mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen dalam keputusan 19 Agustus 2026. Ketidakpastian menjelang pengumuman tersebut membuat investor lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi di pasar valuta asing. Perubahan suku bunga dapat memengaruhi daya tarik aset dalam rupiah sekaligus menentukan arus modal asing. Karena itu, keputusan BI menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan kurs dalam waktu dekat.

Upload Image...

Dolar AS Mendapat Dukungan Global

Selain faktor domestik, nilai tukar rupiah menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS. Pergerakan greenback mendapat perhatian karena kebijakan moneter bank sentral utama serta meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi geopolitik di Timur Tengah juga mendorong perhatian investor terhadap harga energi. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kebutuhan impor energi dan permintaan terhadap valuta asing. Situasi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah. Pada perdagangan 22 September, kurs transaksi BI untuk dolar AS tercatat dengan kurs jual Rp17.902,06 dan kurs beli Rp17.723,94.

Harga Minyak Jadi Perhatian Pasar

Harga minyak mentah yang bertahan tinggi menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan dalam membaca arah nilai tukar rupiah. Indonesia perlu mengantisipasi dampak kenaikan harga energi terhadap neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Ketika biaya impor minyak meningkat, kebutuhan pembayaran dalam dolar AS juga dapat bertambah. Kondisi itu dapat meningkatkan permintaan terhadap mata uang AS di pasar domestik. Pada saat yang sama, investor akan mencermati kemampuan Indonesia mempertahankan surplus perdagangan untuk mengimbangi kebutuhan valuta asing. Oleh sebab itu, perkembangan harga komoditas global tetap menjadi salah satu indikator penting bagi pasar keuangan Indonesia.

Upload Image...

Prospek Rupiah Masih Bergantung pada Sentimen

Pergerakan nilai tukar rupiah selanjutnya akan bergantung pada kombinasi kebijakan BI, arah dolar AS, harga minyak, serta kondisi pasar keuangan global. Bank Indonesia sendiri memiliki instrumen operasi moneter dan pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah. Jadwal operasi pasar terbuka BI hingga 23 September 2026 juga mencakup operasi moneter valuta asing yang ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah. Dengan demikian, pasar akan mencermati respons bank sentral setelah keputusan RDG diumumkan. Investor juga perlu memperhatikan perubahan sentimen global karena pergerakan kurs dapat berubah cepat ketika pasar menghadapi risiko geopolitik dan perubahan ekspektasi suku bunga.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3645 kali

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 2249 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 2177 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2534 kali

👁️ Dilihat 16 kali