Dollar ke Rupiah Hari Ini, Rupiah Melemah

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Rupiah Melemah

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Rupiah Masih Tertekan

Pergerakan dollar ke rupiah menjadi perhatian pelaku pasar pada Senin, 26 Oktober 2026. Ketika sejumlah mata uang Asia mulai menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), rupiah justru menghadapi tekanan. Berdasarkan data perdagangan pagi, rupiah dibuka di kisaran Rp18.085 hingga Rp18.089 per dolar AS. Namun, tekanan berlanjut hingga nilai tukar mencapai Rp18.133 per dolar AS pada pukul 14.12 WIB, menurut data Bloomberg. Posisi tersebut melemah 53 poin atau sekitar 0,29% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.080. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya bergantung pada arah dolar AS, tetapi juga dipengaruhi sentimen investor, kebutuhan valuta asing, dan perkembangan ekonomi domestik. Oleh karena itu, masyarakat yang hendak membeli dolar, membayar kebutuhan luar negeri, atau mengirim uang ke negara lain perlu memantau kurs terbaru sebelum bertransaksi.

Won Korea dan Ringgit Malaysia Mendapat Momentum Penguatan

Di tengah tekanan terhadap rupiah, beberapa mata uang Asia justru mencatatkan penguatan. Won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik pada awal perdagangan Senin. Mengacu pada data Refinitiv pukul 09.41 WIB, won menguat 0,18% ke posisi KRW1.321,21 per dolar AS. Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa setiap mata uang memiliki faktor penggerak tersendiri. Pelemahan dolar AS turut membuka peluang bagi mata uang regional untuk menguat, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi ekonomi dan arus modal masing-masing negara. Selain itu, investor juga mempertimbangkan prospek suku bunga, perdagangan internasional, serta risiko geopolitik sebelum menentukan pilihan investasi. Dengan demikian, penguatan won maupun ringgit tidak otomatis mendorong rupiah naik. Pelaku pasar perlu melihat kombinasi faktor global dan domestik untuk memahami mengapa mata uang Asia bergerak dengan arah berbeda.

Won Korea dan Ringgit Malaysia Mendapat Momentum Penguatan

Harga Minyak dan Geopolitik Menambah Tekanan Rupiah

Salah satu faktor yang membayangi pergerakan dollar ke rupiah adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi mendorong harga minyak dunia naik tajam pada akhir pekan sebelumnya. Dalam data yang dikutip pada periode tersebut, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember sempat ditutup pada US$116,72 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$103,27 per barel. Harga energi yang tinggi berpotensi meningkatkan biaya impor Indonesia, terutama apabila kebutuhan minyak dan produk energi dari luar negeri ikut membesar. Akibatnya, permintaan dolar untuk membayar impor dapat bertambah dan memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah. Meski demikian, harga minyak juga dapat bergerak berlawanan arah ketika pasar merespons perkembangan terbaru. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menyimpulkan arah rupiah hanya berdasarkan satu indikator. Perubahan harga komoditas, perkembangan konflik, dan respons investor perlu diperhatikan secara bersamaan.

Bank Indonesia Siaga Menjaga Stabilitas Nilai Tukar

Bank Indonesia (BI) menegaskan tetap memantau pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah. Pada Senin, Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa bank sentral terus memperhatikan kondisi permintaan dan penawaran dolar di pasar. BI juga menjalankan intervensi melalui transaksi pasar spot, non-deliverable forward (NDF), dan domestic non-deliverable forward (DNDF). Langkah tersebut bertujuan meredam gejolak berlebihan sekaligus menjaga pergerakan nilai tukar agar tetap terkendali. Di sisi lain, arus keluar modal asing dari pasar saham domestik turut menjadi perhatian. Data Bursa Efek Indonesia mencatat penjualan bersih investor asing sebesar Rp1,48 triliun di seluruh pasar pada Kamis, 22 Oktober 2026. Apabila investor terus mengurangi kepemilikan aset domestik, tekanan terhadap rupiah dapat meningkat. Meskipun begitu, intervensi BI bukan jaminan bahwa rupiah langsung menguat. Pergerakan berikutnya tetap bergantung pada kondisi pasar global, aliran modal, dan kebijakan ekonomi.

Kurs Dollar ke Rupiah di Bank dan Cara Memantau Perubahannya

Masyarakat yang mencari informasi dollar ke rupiah juga perlu memahami perbedaan kurs antarbank. Berdasarkan data yang tersedia pada Senin, 26 Oktober 2026, beberapa bank mencatat nilai transaksi dolar AS sebagai berikut.

Bank Kurs Beli Kurs Jual
Bank Mandiri Rp17.870 Rp18.170
BCA Rp17.890 Rp18.170
BNI Rp17.880 Rp18.180
BRI Rp18.098 Rp18.143
Maybank Indonesia Rp18.035 Rp18.235

Catatan: Angka tersebut merupakan data kurs yang dilaporkan pada waktu pengamatan berbeda dan tidak selalu menggunakan jenis layanan yang sama. Periksa kembali kurs resmi bank sebelum melakukan transaksi.

Kurs beli menunjukkan harga ketika bank membeli dolar dari nasabah. Sebaliknya, kurs jual menunjukkan harga ketika bank menjual dolar kepada nasabah. Selisih kedua kurs tersebut dapat memengaruhi biaya transaksi, sehingga masyarakat sebaiknya membandingkan harga berdasarkan jenis layanan yang sesuai. Untuk memantau dollar ke rupiah, periksa pula perkembangan indeks dolar AS, harga minyak, kebijakan bank sentral, dan arus modal asing. Pada pekan ini, keputusan Federal Reserve (The Fed) serta rilis data ekonomi AS berpotensi memengaruhi sentimen pasar. Dengan mengikuti informasi secara berkala, masyarakat dapat merencanakan transaksi valuta asing secara lebih cermat tanpa bergantung pada spekulasi jangka pendek.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 4127 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 3815 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2974 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 3595 kali

👁️ Dilihat 13 kali