Pelemahan Rupiah 29 September 2026 Tembus Rp18.000

Strategi Bank Indonesia Menjaga Rupiah

Rupiah Tembus Level Rp18.000

Pelemahan rupiah 29 September 2026 menjadi perhatian pasar setelah nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah pada pukul 09.55 WIB berada di posisi Rp18.000 per dolar AS atau melemah 0,19 persen. Sebelumnya, rupiah membuka perdagangan di sekitar Rp17.970 per dolar AS.

Pergerakan tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Senin, 28 September 2026, rupiah ditutup melemah sekitar 0,48 persen ke level Rp17.965 per dolar AS. Karena itu, level Rp18.000 menjadi perhatian pelaku pasar. Selain faktor domestik, penguatan dolar AS turut memberikan tekanan terhadap mata uang regional.

Dolar AS dan Ekspektasi The Fed

Salah satu faktor utama pelemahan rupiah 29 September 2026 berasal dari penguatan dolar AS. Indeks dolar AS atau DXY berada di sekitar 101,209 pada pagi hari dan melanjutkan tren penguatan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap dolar tetap tinggi di pasar global.

Selain itu, pasar mencermati ekspektasi perubahan kebijakan Federal Reserve. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar. Akibatnya, investor menjadi lebih berhati-hati terhadap aset pasar berkembang. Sentimen tersebut kemudian dapat meningkatkan tekanan terhadap rupiah. Di dalam negeri, kebutuhan dolar dari importir dan arus dana asing juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Dolar AS dan Ekspektasi The Fed

Tekanan Minyak dan Sentimen Global

Pelemahan rupiah 29 September 2026 juga berlangsung ketika pasar menghadapi ketidakpastian geopolitik dan risiko kenaikan harga minyak. Harga minyak yang tinggi dapat meningkatkan kebutuhan valuta asing Indonesia untuk pembayaran impor energi. Sebelumnya, ANTARA mencatat risiko harga minyak yang berada di atas asumsi APBN ikut menjadi perhatian dalam pergerakan rupiah.

Selanjutnya, pelaku pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Indonesia. Data tenaga kerja, inflasi, serta perdagangan dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. Oleh sebab itu, pergerakan rupiah berpotensi tetap sensitif terhadap perubahan sentimen global. Pada saat yang sama, tekanan di pasar saham domestik dapat memperkuat sikap hati-hati investor.

Strategi Bank Indonesia Menjaga Rupiah

Bank Indonesia tetap melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan nilai tukar. Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa bank sentral menggunakan berbagai instrumen, termasuk transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward atau DNDF, serta Non-Deliverable Forward atau NDF.

Namun, BI kini mengurangi porsi intervensi melalui pasar spot. Porsi transaksi spot disebut sekitar 30 persen dari keseluruhan intervensi. Sementara itu, BI memperluas penggunaan DNDF dan NDF karena transaksi tersebut dapat membantu stabilisasi tanpa terlalu banyak menggunakan cadangan devisa. Strategi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi tekanan rupiah di tengah tingginya permintaan dolar AS.

Strategi Bank Indonesia Menjaga Rupiah

Dampak Pelemahan Rupiah bagi Ekonomi

Pelemahan rupiah 29 September 2026 dapat memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi. Pertama, kenaikan nilai dolar dapat meningkatkan biaya barang dan bahan baku yang berasal dari luar negeri. Perusahaan yang menggunakan komponen impor juga dapat menghadapi kenaikan biaya produksi. Selanjutnya, kenaikan harga impor berpotensi memengaruhi harga barang di tingkat konsumen.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga menjadi perhatian bagi pasar obligasi dan saham. Investor dapat menyesuaikan portofolio ketika risiko nilai tukar meningkat. Namun, dampak akhirnya tetap bergantung pada durasi pelemahan, kebijakan pemerintah, kondisi dolar AS, harga komoditas, dan arus modal. Dengan demikian, level Rp18.000 bukan hanya menjadi angka psikologis. Pergerakan tersebut menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam mencermati stabilitas ekonomi Indonesia pada akhir September 2026.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3710 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2601 kali

-5%
Original price was: Rp650.000.Current price is: Rp617.000.

👁 1763 kali

-5%
Original price was: Rp800.000.Current price is: Rp760.000.

👁 1386 kali

👁️ Dilihat 11 kali