Yuliana Sagala Berpulang, Ini Jejak Kariernya

Yuliana Sagala Berpulang

Yuliana Sagala Berpulang Setelah Enam Bulan Menjalani Perawatan

Kabar Yuliana Sagala berpulang membawa duka bagi keluarga besar Korps Adhyaksa. Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Utara tersebut meninggal dunia pada Senin, 26 Oktober 2026, setelah menjalani perawatan medis di Jakarta selama kurang lebih enam bulan. Kepergiannya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, sahabat, serta rekan kerja yang pernah mendampinginya selama bertugas di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Sebelum meninggal dunia, Yuliana tercatat mengemban amanah sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intelijen) Kejaksaan Agung. Perjalanan panjangnya di dunia penegakan hukum menjadikan kabar ini sebagai kehilangan bagi institusi yang telah menjadi tempatnya mengabdi selama bertahun-tahun.

Lulusan Universitas Trisakti yang Meniti Karier di Korps Adhyaksa

Yuliana Sagala lahir pada 28 Juli 1976 dan menempuh pendidikan hukum di Universitas Trisakti. Berbekal latar belakang pendidikan tersebut, ia membangun karier di lingkungan kejaksaan hingga memperoleh kepercayaan untuk memimpin sejumlah satuan kerja. Sepanjang perjalanan profesionalnya, Yuliana menjalani berbagai penugasan yang menuntut kemampuan kepemimpinan, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Ia pernah menjabat sebagai Kajari Lampung Utara dan Kajari Denpasar sebelum mendapat kesempatan mengemban tanggung jawab yang lebih luas. Selain itu, ia juga pernah bertugas di lingkungan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung. Rangkaian penugasan tersebut memperlihatkan bagaimana kariernya berkembang dari tingkat daerah hingga lingkungan Kejaksaan Agung.

Lulusan Universitas Trisakti yang Meniti Karier di Korps Adhyaksa

Prestasi Yuliana Sagala dalam Pemulihan Keuangan Negara

Salah satu bagian penting dalam perjalanan Yuliana Sagala adalah kiprahnya saat memimpin Kejari Lampung Utara. Dalam informasi yang beredar mengenai rekam jejaknya, ia disebut berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp5,9 miliar selama sembilan bulan masa jabatan. Capaian tersebut menjadi bagian dari catatan kinerjanya dalam penanganan perkara dan upaya penyelamatan keuangan negara. Pengabdiannya kemudian berlanjut di Denpasar, Bali, tempat ia menjabat sebagai Kajari pada periode Juli 2021 hingga Juli 2022. Bersama jajaran kejaksaan setempat, Yuliana disebut turut berkontribusi dalam penyelamatan uang negara senilai Rp1,24 miliar melalui eksekusi perkara korupsi. Angka-angka tersebut menggambarkan capaian yang dilaporkan selama masa tugasnya, meskipun rincian dan sumber resmi setiap angka tetap perlu diperiksa untuk memastikan ketepatannya.

Dari Kajari hingga Wakajati, Berikut Perjalanan Jabatan Yuliana

Karier Yuliana Sagala berlanjut melalui sejumlah posisi strategis. Setelah memimpin Kejari Lampung Utara, ia dipercaya menjadi Kajari Denpasar. Ia juga pernah menjalankan tugas sebagai Asisten Pembinaan Kejati DKI Jakarta serta menduduki jabatan di lingkungan Kejaksaan Agung. Pada 2025, Yuliana dilantik sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung pada 28 Oktober. Selanjutnya, ia bertugas sebagai Koordinator pada JAM Intelijen Kejaksaan Agung. Perjalanan tersebut memperlihatkan luasnya pengalaman yang ia peroleh dalam organisasi kejaksaan. Di luar tugas penindakan hukum, Yuliana juga dikaitkan dengan program edukasi hukum bagi pelajar melalui Jaksa Masuk Sekolah. Program semacam ini membantu memperkenalkan kesadaran hukum sejak dini, termasuk pentingnya mencegah perundungan di lingkungan pendidikan.

Dari Kajari hingga Wakajati, Berikut Perjalanan Jabatan Yuliana

Kepergian Yuliana Sagala Tinggalkan Duka bagi Korps Adhyaksa

Kabar wafatnya Yuliana Sagala turut mendapat perhatian dari keluarga besar Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung. Melalui akun media sosial resminya, institusi tersebut menyampaikan belasungkawa atas kepergian almarhumah. Ungkapan duka itu mencerminkan kehilangan yang dirasakan oleh lingkungan kerja yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Bagi rekan sejawat, Yuliana bukan hanya seorang pejabat kejaksaan, melainkan juga bagian dari perjalanan organisasi penegakan hukum di berbagai daerah. Jejak pengabdiannya di Lampung Utara, Denpasar, Jakarta, dan Kepulauan Bangka Belitung menjadi bagian dari riwayat profesionalnya. Kini, perjalanan tersebut telah berakhir. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini. Selamat jalan, Yuliana Sagala. Semoga pengabdian dan kenangan baik yang ditinggalkan senantiasa dikenang oleh keluarga, sahabat, serta rekan-rekan di Korps Adhyaksa.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 4139 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2989 kali

-5%
Original price was: Rp750.000.Current price is: Rp712.500.

👁 3417 kali

-5%
Original price was: Rp800.000.Current price is: Rp760.000.

👁 1517 kali

👁️ Dilihat 14 kali