Boy Thohir: AADI Jual Kestrel, Raup USD735 Juta

Kinerja Kestrel Menjadi Bagian Penting dalam Transaksi

Boy Thohir dan AADI Tuntaskan Penjualan Saham Kestrel

Boy Thohir kembali menjadi perhatian dalam perkembangan bisnis pertambangan setelah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyelesaikan divestasi saham Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Melalui entitas terkendalinya, Adaro Capital Limited (ACL), AADI mengalihkan seluruh saham dan waran yang dimiliki kepada Yancoal Australia Limited pada 1 Oktober 2026 waktu Melbourne. Dalam transaksi tersebut, ACL melepas 720.385.220 saham biasa atau setara dengan 47,99% kepemilikan di Kestrel. Nilai penjualan sebelum pajak mencapai USD814,12 juta. Setelah memperhitungkan pajak, nilai tersebut menjadi USD734,83 juta atau sekitar USD735 juta. Dengan demikian, transaksi ini menandai berakhirnya kepemilikan ACL atas saham dan waran Kestrel. Bagi Grup Adaro, langkah tersebut sekaligus membuka ruang untuk mengarahkan kembali modal menuju pengembangan usaha di Indonesia.

Divestasi Kestrel Membuka Peluang Tambahan USD550 Juta

Selain dana hasil penjualan, transaksi Kestrel juga membuka peluang pembayaran tambahan hingga maksimal USD550 juta. Berdasarkan ketentuan Sale and Purchase Agreement (SPA), pembayaran bersyarat ini dikenal sebagai contingent cash consideration. Selanjutnya, pembayaran direncanakan berlangsung setiap tahun selama lima tahun setelah transaksi selesai. Besarannya bergantung pada rata-rata harga harian indeks Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia (PLVHA00) pada setiap periode penilaian. Apabila harga indeks memenuhi batas yang telah disepakati, ACL berpotensi menerima pembayaran sesuai perhitungan berdasarkan porsi kepemilikannya. Namun, perusahaan tidak otomatis memperoleh seluruh nilai maksimal tersebut. Besaran aktual tetap bergantung pada kondisi pasar batu bara kokas dan ketentuan kontrak. Oleh karena itu, investor perlu membedakan dana yang sudah diterima dengan potensi pembayaran tambahan yang masih bersyarat.

Divestasi Kestrel Membuka Peluang Tambahan USD550 Juta

Boy Thohir dan Strategi Pengembangan Bisnis di Indonesia

Sejalan dengan fokus bisnis tersebut, Grup Adaro berencana menggunakan hasil divestasi untuk mendukung pengembangan usaha di dalam negeri. Direktur Utama AADI, Julius Aslan, menyatakan bahwa transaksi ini sesuai dengan arah bisnis perseroan saat ini. Selain mendukung ekspansi, dana tersebut juga disiapkan untuk kebutuhan pembayaran dividen dan pelunasan sebagian pinjaman grup, berdasarkan informasi mengenai rencana penggunaan dana. Dengan demikian, divestasi tidak sekadar memindahkan kepemilikan aset dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Sebaliknya, keputusan ini memberikan tambahan sumber pendanaan untuk mengelola investasi dan memperkuat struktur permodalan. Meski demikian, manfaat jangka panjangnya akan bergantung pada realisasi penggunaan dana, kemampuan bisnis domestik menghasilkan keuntungan, serta pengelolaan kewajiban keuangan. Karena itu, investor perlu mencermati laporan keuangan berikutnya untuk menilai hasil strategi tersebut.

Kinerja Kestrel Menjadi Bagian Penting dalam Transaksi

Kestrel merupakan perusahaan yang secara tidak langsung memiliki seluruh saham Kestrel Coal Resources Pty Ltd. Sementara itu, Kestrel Coal Resources memiliki 80% kepentingan dalam usaha patungan yang mengoperasikan tambang Kestrel di Bowen Basin, Queensland, Australia. Tambang tersebut menghasilkan batu bara metalurgi melalui metode penambangan bawah tanah longwall. Dalam industri baja, komoditas ini memiliki peran penting sehingga permintaannya berkaitan dengan aktivitas industri dan perkembangan pasar global. Dari sisi kinerja, Kestrel membukukan pendapatan usaha USD410,49 juta pada semester pertama 2026. Angka tersebut mencapai lebih dari separuh pendapatan sepanjang 2025 sebesar USD623,05 juta. Meski begitu, pendapatan usaha tidak sama dengan laba bersih maupun arus kas yang diterima pemegang saham. Oleh sebab itu, investor juga perlu mempertimbangkan biaya operasional, harga komoditas, kewajiban perusahaan, dan faktor lain yang memengaruhi nilai ekonomis tambang tersebut.

Kinerja Kestrel Menjadi Bagian Penting dalam Transaksi

Prospek AADI Setelah Melepas Kepemilikan Kestrel

Setelah transaksi selesai, AADI memasuki tahap baru dalam pengelolaan portofolio bisnisnya. Perseroan telah mengumumkan nilai penjualan setelah pajak sebesar USD734,83 juta. Namun, perlu diperhatikan bahwa nilai sekitar USD700 juta yang disebut dalam keterangan lain merujuk pada hasil setelah penyesuaian tertentu sesuai ketentuan transaksi. Dengan kata lain, kedua angka tersebut perlu dibaca berdasarkan dasar perhitungan masing-masing. Di sisi lain, peluang pembayaran tambahan hingga maksimal USD550 juta masih menjadi faktor yang perlu dipantau selama lima tahun mendatang. Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada realisasi investasi domestik, pembayaran dividen, pengurangan pinjaman, serta kemampuan bisnis inti menghasilkan pendapatan berkelanjutan. Pada akhirnya, perkembangan strategi Boy Thohir dan Grup Adaro perlu dinilai berdasarkan hasil bisnis yang terukur, bukan hanya besarnya nilai transaksi.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3862 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2754 kali

-5%
Original price was: Rp750.000.Current price is: Rp712.500.

👁 3287 kali

-5%
Original price was: Rp1.000.000.Current price is: Rp950.000.

👁 2416 kali

👁️ Dilihat 9 kali