Shell Masuk Proyek Minyak Bay du Nord Kanada

Shell Masuk Proyek Minyak Bay du Nord Kanada

Shell Perluas Langkah Bisnis Energi di Kanada

Shell proyek minyak Bay du Nord menjadi sorotan setelah perusahaan tersebut menjalin kemitraan baru dengan Equinor. Pada 9 Oktober 2026, kedua perusahaan menyepakati pengalihan 30% kepentingan proyek minyak lepas pantai di Kanada kepada Shell. Kesepakatan ini membuka peluang bagi Shell untuk memperluas portofolio sumber daya minyaknya. Selain itu, keterlibatan mitra baru membantu Equinor mempersiapkan proyek menuju keputusan investasi final. Kedua perusahaan menargetkan keputusan tersebut pada awal 2027. Meski demikian, mereka belum menetapkan dimulainya pembangunan secara final. Saat ini, pengembangan Bay du Nord masih membutuhkan penyelesaian kajian teknis dan evaluasi kelayakan ekonomi. Karena itu, perkembangan kemitraan ini menjadi langkah penting, tetapi belum menandai dimulainya produksi minyak.

Equinor Tetap Memimpin Pengembangan Bay du Nord

Perjanjian tersebut menetapkan pembagian kepemilikan yang tetap menempatkan Equinor sebagai pemegang saham mayoritas. Perusahaan asal Norwegia itu akan mempertahankan 70% kepentingan dan melanjutkan perannya sebagai operator. Sementara itu, Shell mengambil porsi 30% tanpa menjadi pengelola utama kegiatan proyek. Pembagian ini memungkinkan kedua perusahaan berpartisipasi sesuai peran masing-masing. Menurut Philippe Mathieu, eksekutif Equinor yang membidangi eksplorasi dan produksi internasional, kehadiran Shell memperkuat prospek pengembangan Bay du Nord. Di samping itu, kerja sama tersebut mendukung strategi pengelolaan portofolio dan pembagian risiko investasi. Dengan melibatkan mitra berpengalaman, Equinor dapat melanjutkan persiapan proyek sekaligus mengatur penggunaan modal secara lebih terarah.

Upload Image...

Lokasi Laut Dalam Menawarkan Potensi Sumber Daya

Bay du Nord berada di Cekungan Flemish Pass, sekitar 500 kilometer dari pesisir Newfoundland dan Labrador. Lapangan ini terletak di perairan dengan kedalaman sekitar 600 hingga 1.170 meter. Oleh sebab itu, pengembangannya memerlukan perencanaan teknologi dan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi laut dalam. Perusahaan merancang sistem produksi menggunakan kapal terapung Floating Production, Storage and Offloading (FPSO). Kapal tersebut akan menangani produksi, penyimpanan, dan pemindahan minyak. Selanjutnya, jaringan bawah laut akan menghubungkan fasilitas produksi dengan sumber daya di lapangan. Kawasan ini juga memiliki peluang pengembangan tambahan melalui potensi koneksi ke lapangan Cappahayden, Harpoon, dan Baccalieu. Namun, perusahaan tetap perlu menguji kelayakan setiap pengembangan sebelum menetapkan rencana operasional lebih lanjut.

Nilai Investasi dan Target Produksi Menjadi Perhatian

Pengembangan Bay du Nord diperkirakan memerlukan dana sekitar C$14 miliar atau US$9,84 miliar. Proyek tersebut memiliki target kapasitas produksi bruto antara 160.000 dan 175.000 barel setara minyak per hari. Adapun produksi minyak pertama diproyeksikan berlangsung pada 2031. Saat ini, kedua perusahaan sedang menyelesaikan tahap Front-End Engineering and Design (FEED), yaitu proses rekayasa dan perencanaan awal. Tahap ini membantu perusahaan memperjelas kebutuhan fasilitas, perkiraan biaya, dan strategi pelaksanaan. Selain mengejar efisiensi modal, tim proyek juga menilai kesiapan teknis serta potensi risiko operasional. Dengan demikian, hasil kajian FEED akan menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan kelanjutan proyek. Walaupun demikian, angka investasi dan jadwal produksi tersebut masih berupa perkiraan yang dapat berubah mengikuti hasil evaluasi.

Upload Image...

Keputusan Awal 2027 Menentukan Arah Proyek

Tahap berikutnya bagi Shell dan Equinor adalah menyelesaikan persiapan menuju keputusan investasi final yang ditargetkan pada awal 2027. Sebelum mengambil keputusan, kedua perusahaan harus mempertimbangkan harga minyak, kondisi pasar, persetujuan regulator, dan kriteria investasi internal. Dukungan pemerintah federal Kanada serta pemerintah Newfoundland dan Labrador juga berperan dalam kelanjutan proyek. Jika seluruh persyaratan terpenuhi dan investasi mendapat persetujuan, pengembangan dapat bergerak menuju tahap berikutnya. Sebaliknya, perubahan biaya, kondisi pasar, atau proses perizinan dapat memengaruhi jadwal pelaksanaan. Bagi industri energi, masuknya Shell memperlihatkan bagaimana kemitraan dapat membantu perusahaan membagi risiko proyek laut dalam. Pada akhirnya, keberhasilan Bay du Nord akan ditentukan oleh kelayakan ekonomi, kesiapan teknis, dan keputusan resmi kedua perusahaan.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3862 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2754 kali

-5%
Original price was: Rp800.000.Current price is: Rp760.000.

👁 1434 kali

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 2313 kali

👁️ Dilihat 10 kali