Musim ini, Big Match paling ditunggu akhirnya tiba! PT Timah FC berhadapan dengan Pertamax Pertamina United dalam duel sengit memperebutkan posisi puncak klasemen. PT Timah datang dengan taktik dribble anggaran tambang, sementara Pertamax Pertamina terkenal dengan counter-attack berbasis subsidi yang tiba-tiba lenyap di tengah lapangan.

Klasemen Liga Korupsi Indonesia: Siapa Raja Korupsi Tahun Ini?
Setiap musim, tim-tim unggulan selalu memperebutkan posisi terhormat. Bukan siapa yang paling rajin bekerja, melainkan siapa yang paling cepat menghilangkan dana proyek tanpa jejak. Tahun ini, beberapa tim lama masih bertahan di papan atas, sementara tim-tim baru mencoba menyalip dengan teknik yang semakin licin.
Berikut Ini Klasemen Sementara Liga Korupsi Indonesia Sepanjang 1997-2025, PT Timah Masih Berada di Posisi Puncak

Klasemen Sementara Liga Korupsi 2024
- PT Timah FC – Diprediksi merugikan negara hingga Rp300 triliun. Seperti Real Madrid-nya Liga Korupsi, tim ini sudah langganan papan atas dengan strategi lama tapi tetap efektif.
- BLBI Legends – Rp138 Triliun. Klub ini seperti Manchester United, dulu berjaya, sekarang masih saja muncul di klasemen meski dengan skandal yang sama.
- Pertamax Pertamina United – Diprediksi mencapai Rp100 Triliun. Klub ini seperti PSG, tim kaya baru yang tiba-tiba naik ke papan atas dengan dana yang misterius.
- Asabri FC – Rp22,7 Triliun. Tim yang tak mau kehilangan dominasinya. Masih konsisten menempati zona elite meski beberapa pemain kunci sudah terkena kartu merah.
- Bansos FC – Rp5,9 Triliun. Beroperasi di divisi sosial, tim ini jago dalam strategi serangan balik dengan memanfaatkan kelengahan rakyat.
- E-KTP Warriors – Rp2,3 Triliun. Tim yang dulu berjaya, kini mulai redup karena beberapa pemain kuncinya sudah dipenjara.
Duel Panas: PT Timah vs Pertamax Pertamina!
Sahabat Kael Leather Goods, dalam pertandingan yang jadwalnya tidak tentu kapan berlangsungnya ini, PT Timah FC mengandalkan long ball alias manipulasi harga bahan tambang. Mereka sudah mencetak banyak gol dengan taktik yang sama bertahun-tahun, sementara VAR (Verifikasi Anggaran Rakyat) sering gagal mendeteksi pelanggaran mereka.
Di sisi lain, Pertamax Pertamina United mencoba strategi tiki-taka dengan campuran Pertalite dan Pertamax yang tiba-tiba membuat rakyat tekor. Beberapa menit pertama, mereka bermain aman dengan harga stabil, tapi tiba-tiba di menit ke-90, harga melambung tinggi seperti tendangan bebas ke sudut atas gawang rakyat kecil.
Penonton? Terpaku. Beberapa sudah mulai melempar protes ke lapangan, tapi wasit KPK masih sibuk memeriksa VAR, meskipun keputusan akhirnya sering mengecewakan.
Baca Juga :
Bullion Bank, Bank Emas Pertama di Indonesia diremikan Presiden
-
Kael Leather Goods Leather Shoes Sespan Series
Rp825.000 -
Kael Leather Goods Leather Sling Bag Pattagonia Series
Rp1.000.000 -
Kael Leather Goods Leather Duffle Bag Hunter Series
Rp1.975.000 -
Kael Leather Goods Leather Backpack Tacoma Series
Rp2.000.000 -
Kael Leather Goods Leather Wallet Nandao X Series
Rp350.000