Pandu Sjahrir: Supra Sekuritas Borong Saham Apa?

Pandu Sjahrir Beri Penjelasan tentang Kepemilikan Saham

Pandu Sjahrir dan Supra Sekuritas Jadi Sorotan

Nama Pandu Sjahrir menjadi perhatian setelah kabar sanksi OJK terhadap Supra Sekuritas mencuat. Perhatian publik juga tertuju pada transaksi saham melalui broker berkode SS. Berdasarkan data AiSaham dari IDNFinancials, Supra Sekuritas mencatat pembelian bersih Rp763,4 miliar. Nilai tersebut berasal dari transaksi pasar reguler selama 22 hari bursa. Periode pengamatan berlangsung pada 29 September hingga 28 Oktober 2026. Data ini menunjukkan saham yang lebih banyak dibeli daripada dijual melalui broker tersebut. Namun, data transaksi broker tidak selalu menunjukkan identitas investor akhir. Angka tersebut juga tidak otomatis membuktikan adanya pelanggaran oleh pemegang saham perusahaan sekuritas.

DSSA Menjadi Saham yang Paling Banyak Dibeli

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin daftar pembelian bersih Supra Sekuritas. Nilainya mencapai Rp411,1 miliar selama periode pengamatan. Selanjutnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat pembelian bersih Rp196,1 miliar. Posisi ketiga ditempati PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), sebesar Rp103,2 miliar. Selain itu, Supra Sekuritas membeli bersih saham PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp30,5 miliar. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyusul dengan nilai Rp27,9 miliar. Dengan demikian, DSSA menjadi saham dengan nilai pembelian bersih terbesar. Meski begitu, investor tetap perlu memeriksa kinerja perusahaan dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.

DSSA Menjadi Saham yang Paling Banyak Dibeli

Lima Saham yang Paling Banyak Dijual Supra Sekuritas

Di sisi lain, Supra Sekuritas juga mencatat penjualan bersih pada sejumlah saham. PT Indosat Tbk (ISAT) berada di posisi teratas dengan nilai Rp27,9 miliar. Berikutnya, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatat Rp10,1 miliar. Nilai yang sama juga tercatat pada PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). Sementara itu, penjualan bersih PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencapai Rp8,3 miliar. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) melengkapi daftar tersebut dengan nilai Rp8 miliar. Data ini memberikan gambaran tentang aktivitas perdagangan melalui broker SS. Namun, penjualan bersih tidak selalu berarti harga saham akan turun. Karena itu, investor sebaiknya menggabungkan data broker dengan analisis lain sebelum membeli atau menjual saham.

Pandu Sjahrir Beri Penjelasan tentang Kepemilikan Saham

Pandu Sjahrir memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada 29 Oktober 2026. Ia menjelaskan bahwa investasinya di Supra Sekuritas bersifat minoritas dan pasif. Berdasarkan informasi yang diberitakan, Pandu memiliki saham secara tidak langsung melalui PT Asha Artha Sehati. Perusahaan tersebut menguasai 27,5% saham Supra Sekuritas. Pandu menegaskan bahwa dirinya tidak mengurus kegiatan harian perusahaan. Ia juga menyatakan tidak menjabat sebagai direksi atau komisaris. Selain itu, ia mengaku tidak terlibat dalam pengambilan keputusan perusahaan. Pandu mengibaratkan kepemilikan saham seperti seseorang yang memiliki saham bank tanpa menjadi pengelolanya. Ia juga mendukung transparansi dan penerapan aturan pasar modal. Namun, pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari Pandu mengenai posisinya sebagai investor. Penentuan tanggung jawab atas pelanggaran tetap harus mengacu pada bukti dan proses resmi.

Pandu Sjahrir Beri Penjelasan tentang Kepemilikan Saham

Sanksi OJK dan Dampaknya bagi Kepercayaan Investor

OJK sebelumnya mengumumkan sanksi terkait pelanggaran pasar modal yang melibatkan perdagangan saham DSSA, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Berdasarkan informasi yang diberitakan, total denda dalam rangkaian perkara tersebut mencapai Rp2,1 triliun. OJK juga menjatuhkan sanksi administratif kepada sejumlah anggota bursa. Selain itu, regulator memberikan peringatan tertulis kepada beberapa tenaga pemasaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan pasar modal. Meski demikian, investor perlu membedakan kepemilikan saham dari keterlibatan dalam pelanggaran. Nama pemegang saham tidak otomatis menunjukkan siapa yang bertanggung jawab atas tindakan perusahaan. Oleh sebab itu, investor perlu mengikuti perkembangan resmi dari OJK. Keterbukaan informasi juga penting untuk menjaga kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 4169 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 3014 kali

-5%
Original price was: Rp650.000.Current price is: Rp617.000.

👁 1926 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 3064 kali

👁️ Dilihat 20 kali