Harga BBM Oktober Masih Mengacu September
Harga BBM 7 Oktober 2026 masih menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan yang rutin mengisi bahan bakar. Memasuki pekan pertama Oktober, Pertamina Patra Niaga belum melakukan perubahan tarif untuk produk subsidi maupun nonsubsidi. Kondisi tersebut membuat harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur masih berada di level Rp15.950 per liter. Kebijakan mempertahankan harga ini berlangsung ketika pasar energi global masih menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik.
Pertamina Pertahankan Harga BBM Subsidi
Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Kebijakan tersebut mencakup Pertalite dan Biosolar. Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat ketika biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari masih menghadapi tekanan. Pertamina juga belum mengubah tarif produk nonsubsidi pada Oktober. Menurut Pertamina Patra Niaga, keputusan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat. Dengan demikian, konsumen memiliki kepastian biaya ketika mengatur anggaran kendaraan untuk kebutuhan harian.
Daftar Harga Pertamax dan Produk Diesel
Selain Pertalite, masyarakat juga perlu mengetahui tarif produk nonsubsidi yang berlaku saat ini. Di wilayah dengan patokan harga tersebut, Pertamax berada pada Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 dijual Rp19.150, sedangkan Pertamax Turbo mencapai Rp19.600 per liter. Untuk kendaraan diesel, Dexlite dibanderol Rp23.700 dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Berikut ringkasan harga yang dapat menjadi acuan konsumen:
| Produk | Harga per Liter |
|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 |
| Biosolar | Rp6.800 |
| Pertamax | Rp15.950 |
| Pertamax Green 95 | Rp19.150 |
| Pertamax Turbo | Rp19.600 |
| Dexlite | Rp23.700 |
| Pertamina Dex | Rp25.200 |
Geopolitik Tekan Pasar Energi Global
Stabilnya tarif bahan bakar domestik tidak berarti pasar energi global terbebas dari risiko. Konflik di Timur Tengah sebelumnya ikut memengaruhi harga minyak dan biaya energi. Kondisi tersebut kemudian memberi tekanan terhadap produk nonsubsidi serta avtur. Selain harga minyak mentah, nilai tukar rupiah dan perkembangan Indonesian Crude Price atau ICP juga menjadi perhatian dalam perhitungan harga. Pertamax sendiri sempat naik hingga Rp16.250 per liter pada Juni 2026 sebelum turun ke Rp15.950 per liter. Pemerintah kini menghadapi tantangan lain berupa perubahan pola konsumsi karena sebagian pengguna beralih dari produk nonsubsidi ke BBM subsidi.
Harga BBM Stabil, Masyarakat Tetap Perlu Cek
Ekonom CORE Dipo Satria Ramli menilai kemampuan pemerintah menjaga harga BBM subsidi memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengendalikan pengeluaran. Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan pasokan ketika konflik geopolitik mengganggu pasar minyak dunia. Meski demikian, konsumen tetap perlu memahami perbedaan antara produk subsidi dan nonsubsidi. Tarif nonsubsidi dapat mengikuti berbagai faktor ekonomi dan kebijakan penetapan harga. Karena itu, masyarakat sebaiknya mengecek informasi melalui kanal resmi Pertamina sebelum mengisi kendaraan. Pemeriksaan tersebut penting agar konsumen memperoleh informasi terbaru dan tidak mudah terpengaruh kabar kenaikan harga yang belum terkonfirmasi.
👁 3835 kali
👁 2732 kali
👁 2934 kali
👁 2298 kali
👁️ Dilihat 22 kali




