VISI Akuisisi Mayoritas Hasna Medika
Langkah bisnis baru datang dari Raffi Ahmad dan Nagita Slavina melalui PT Satu Visi Putra Tbk (VISI). Perusahaan terafiliasi pasangan tersebut berencana mengambil alih 72,91% saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC). Perusahaan ini mengelola jaringan rumah sakit dan klinik yang fokus pada layanan jantung. Nilai transaksi mencapai Rp319,45 miliar. Angka tersebut mencakup setoran modal Rp255 miliar, pembelian saham eksisting Rp31 miliar, serta konversi utang sekitar Rp33,45 miliar. Dengan demikian, Raffi Ahmad Nagita Slavina akuisisi Hasna Medika menjadi salah satu aksi korporasi besar VISI dalam melakukan diversifikasi bisnis. Setelah transaksi selesai, VISI akan menjadi pemegang saham pengendali HMBC. Langkah tersebut sekaligus membawa VISI lebih jauh ke industri layanan kesehatan yang memiliki karakter bisnis berbeda dari kegiatan perdagangan dan pergudangan yang selama ini dijalankan.
Nilai Akuisisi Lampaui Ekuitas VISI
Besarnya transaksi menjadi perhatian karena nilainya mencapai sekitar 178,3% dari ekuitas VISI. Berdasarkan data per April 2026, ekuitas VISI tercatat Rp179,16 miliar. Sementara itu, total aset perusahaan berada di level Rp268,01 miliar dengan kas dan setara kas sekitar Rp1,79 miliar. Karena itu, struktur pendanaan menjadi bagian penting dalam aksi korporasi ini. VISI telah menyiapkan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 307,5 juta saham. Jumlah tersebut setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Namun, VISI belum mengumumkan calon investor maupun harga pelaksanaan saham baru tersebut. Sesuai ketentuan yang berlaku, harga pelaksanaan sekurang-kurangnya 90% dari rata-rata harga penutupan saham VISI selama 25 hari perdagangan di Pasar Reguler sebelum permohonan pencatatan saham hasil PMTHMETD.
Hasna Medika Punya Jaringan Layanan Jantung
Di sisi lain, daya tarik transaksi tidak hanya berasal dari nilai akuisisinya. Hasna Medika memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam layanan kesehatan, khususnya bidang kardiologi. Jaringan rumah sakit dan kliniknya tersebar di sejumlah daerah, antara lain Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Bandung, Cianjur, Subang, Garut, Serang, Bali, Malang, dan Pakisaji. Layanan yang dikembangkan mencakup deteksi penyakit jantung, pemeriksaan penunjang, tindakan intervensi, hingga bedah jantung. Oleh sebab itu, masuknya VISI ke sektor kesehatan memberikan arah baru bagi portofolio bisnis perusahaan. Selain memperluas sumber pendapatan, pengambilalihan HMBC juga memungkinkan VISI membangun struktur usaha yang mengandalkan anak perusahaan sebagai penggerak kegiatan operasional. Strategi tersebut menjadi alasan penting di balik rencana perubahan VISI menjadi perusahaan holding.
VISI Bersiap Berubah Menjadi Holding
Selanjutnya, VISI berencana mengubah kegiatan usaha utamanya menjadi perusahaan induk atau holding company. Rencana tersebut ditargetkan berjalan pada kuartal IV 2026 dan paling lambat pada 23 Oktober 2026. Kegiatan perdagangan dan pergudangan yang selama ini menjadi bisnis VISI tidak langsung dihentikan. Manajemen menyatakan kegiatan tersebut masih berjalan untuk sementara waktu dan akan dikurangi secara bertahap. Setelah struktur holding semakin efektif, kegiatan operasional tersebut ditargetkan berhenti sepenuhnya. Dalam struktur baru, HMBC akan menjadi salah satu entitas yang mendukung strategi investasi dan pengembangan portofolio VISI. Dengan pola tersebut, perusahaan dapat mengelola bisnis melalui anak usaha sekaligus membuka ruang untuk ekspansi ke sektor lain yang memiliki prospek pertumbuhan.
RUPSLB Jadi Tahap Penting Akuisisi
Meski rencana Raffi Ahmad Nagita Slavina akuisisi Hasna Medika sudah diumumkan, transaksi tersebut tetap harus melewati tahapan korporasi sesuai ketentuan. VISI membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB sebelum menjalankan rangkaian aksi tersebut. Selain akuisisi, persetujuan juga berkaitan dengan perubahan kegiatan usaha dan rencana private placement. Apabila seluruh tahapan memperoleh persetujuan serta memenuhi ketentuan yang berlaku, VISI akan memiliki posisi pengendali atas HMBC dengan kepemilikan 72,91%. Sementara itu, Pieter Tanuri yang juga memiliki keterkaitan dengan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) diproyeksikan tetap memegang 11,62% saham HMBC setelah transaksi. Perkembangan selanjutnya akan menarik perhatian investor karena aksi ini tidak hanya mengubah komposisi bisnis VISI, tetapi juga menempatkan sektor kesehatan sebagai bagian penting dari arah baru perseroan.
👁 3767 kali
👁 2675 kali
👁 1408 kali
👁 2429 kali
👁️ Dilihat 13 kali




