Danny Setiawan Meninggal di Usia 81 Tahun

Danny Setiawan Meninggal di Usia 81 Tahun

Kabar Duka dari Jawa Barat

Danny Setiawan meninggal dunia pada Sabtu, 19 September 2026, dalam usia 81 tahun. Kabar tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui akun media sosial resminya. Dalam unggahannya, Dedi menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang pengabdian almarhum bagi Jawa Barat. Menurut Dedi, almarhum meninggalkan banyak karya selama menjalankan tugas pemerintahan. Kontribusi itu terlihat ketika ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah hingga memimpin Jawa Barat sebagai gubernur. Sementara itu, kabar wafatnya mantan gubernur tersebut juga mendapat perhatian dari keluarga, kerabat, dan jajaran pemerintahan daerah. Semasa hidup, ia membangun karier melalui jalur birokrasi yang cukup panjang. Karena itu, perjalanan pengabdiannya menjadi bagian dari catatan sejarah pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Kepergian tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan seorang birokrat yang telah menjalankan berbagai tanggung jawab pemerintahan selama puluhan tahun.

Profil dan Masa Jabatan sebagai Gubernur

Lahir pada 28 Agustus 1945, Danny Setiawan menghabiskan sebagian besar masa kerjanya dalam lingkungan pemerintahan. Pengalaman panjang itu kemudian membawanya ke posisi Gubernur Jawa Barat. Ia mulai menjalankan jabatan tersebut pada 13 Juni 2003 dan menyelesaikannya pada 13 Juni 2008. Dalam pemerintahan provinsi, ia bekerja bersama Nu’man Abdul Hakim yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Sebelum memimpin provinsi, ia telah menduduki sejumlah jabatan di tingkat kabupaten dan provinsi. Selain itu, latar belakangnya sebagai birokrat membuat perjalanan menuju kursi gubernur berlangsung melalui tahapan karier pemerintahan. Rinania Sastrawiguna, istri almarhum, pernah menyebut suaminya sebagai pejabat karier pertama yang menjadi Gubernur Jawa Barat. Pernyataan itu muncul ketika keluarga melakukan kunjungan ke Gedung Negara Pakuan pada Februari 2025. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mengenang masa ketika mereka tinggal di Pakuan selama Danny menjalankan tugas sebagai gubernur.

Danny Setiawan Meninggal di Usia 81 Tahun

Karier Panjang di Lingkungan Pemerintahan

Jauh sebelum menjadi gubernur, Danny Setiawan memulai pengabdian sebagai Camat Cimarga, Kabupaten Lebak, pada 1968. Setelah menjalankan tugas tersebut, ia mendapat penempatan sebagai Wakil KPS Ransiki di Kabupaten Manokwari, Irian Barat. Kariernya kemudian berlanjut melalui berbagai posisi pemerintahan di Kabupaten Lebak. Pada 1977-1984, ia dipercaya menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Lebak. Setelah itu, Danny memasuki lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan mengemban sejumlah jabatan penting. Ia pernah bertugas sebagai Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Jawa Barat, Kepala Biro Keuangan, serta Kepala Biro Pembangunan Daerah. Berikutnya, ia memimpin Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat pada 1994-1997. Pengalaman tersebut semakin bertambah ketika ia menjabat sebagai Asisten Administrasi Pembangunan. Pada 1998, pemerintah kemudian mempercayakannya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat. Lima tahun berselang, perjalanan birokrasi itu mengantarkan Danny ke jabatan gubernur.

Pendidikan dan Penghargaan Selama Mengabdi

Selain pengalaman pemerintahan, Danny Setiawan memiliki latar pendidikan yang berkaitan dengan administrasi dan kebijakan publik. Ia menempuh pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Bandung serta Institut Ilmu Pemerintahan Malang. Kemudian, Danny menyelesaikan pendidikan Magister Kebijakan Publik di Universitas Padjadjaran pada 2000. Ia juga mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan untuk memperkuat kemampuan dalam pemerintahan. Program tersebut mencakup perencanaan pembangunan daerah, pendidikan Pamong Praja, Sespa, dan Kursus Reguler Angkatan Lemhannas. Bahkan, Danny pernah mengikuti Project Design Program di University of Pittsburgh, Amerika Serikat. Selama menjalankan tugas, sejumlah penghargaan juga masuk dalam catatan pengabdiannya. Pada 1998, ia memperoleh Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI. Setahun kemudian, Gubernur Jawa Barat memberikan penghargaan pengabdian 30 tahun kepadanya. Selanjutnya, Danny menerima Satyalancana Wira Karya pada 2000 dan Satyalancana Wira Karya Koperasi pada 2004. Rangkaian pendidikan dan penghargaan tersebut melengkapi perjalanan panjangnya sebagai aparatur pemerintahan.

Pendidikan dan Penghargaan Selama Mengabdi

Pemakaman dan Warisan Pengabdian

Usai wafat pada Sabtu pagi, jenazah Danny Setiawan disemayamkan di rumah duka di Jalan Anggrek Nomor 14, Kota Bandung. Berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, keluarga berencana memakamkan jenazah di pemakaman keluarga di Kabupaten Purwakarta setelah salat zuhur. Sebelumnya, keluarga dan kerabat melaksanakan salat jenazah di Masjid Al Muttaqin, Gedung Sate, Bandung. Danny meninggalkan istri, Rinania Sastrawiguna, serta empat anak, yaitu Renny Dewi Pratami, Anny Dewi Lasmiani, Rio Teguh Pribadi, dan Winny Citra Dewi Utami. Di sisi lain, Dedi Mulyadi menyampaikan doa agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan menghadapi kepergian tersebut. Dengan demikian, wafatnya mantan gubernur ini menutup perjalanan panjang seorang pejabat yang memulai karier dari tingkat kecamatan. Pengalamannya kemudian berkembang melalui berbagai jabatan strategis hingga akhirnya memimpin Jawa Barat pada 2003-2008. Rekam pengabdian itu menjadi bagian penting dari perjalanan birokrasi Jawa Barat.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3616 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2514 kali

-5%
Original price was: Rp200.000.Current price is: Rp190.000.

👁 3212 kali

-5%
Original price was: Rp300.000.Current price is: Rp285.000.

👁 2553 kali

👁️ Dilihat 15 kali